Minggu, 29 September 2019

CATENACCIO atau TOTAL FOOTBALL



Seni mengelola project!!

Adalah seni permainan sepakbola yg di populer kan team Italia dlm setiap laga pertandingan yg di mainkannya. Dlm strategi terapannya selalu menggunakan satu libero di belakang empat bek bertahan (saat ini dgn sepakbola Italia telah mengikuti trend sepakbola modern dgn hanya menempatkan 4 bek sejajar). Dgn kondisi tersebut praktis team Italia memainkan sebuah pertandingan yg kurang menarik krn kekurangan pemain penyerang dan hanya mengandalkan serangan balik utk menyerang

Sangat bertolak belakang dgn gaya total football yg diterapkan team Belanda yg menumpuk pemain tengah dgn naluri menyerang, dengan strategi tersebut dunia di suguhkan sebuah permainan atraktif dan menarik yg mampu menghibur seluruh penonton

SOBAT PROPERTY
Dlm mengelola sebuah project properti sy adalah penganut ilmu aliran catenaccio di mana saya mengandalkan serangan balik utk mempercepat umur project ketika sebuah project memasuki fase ke 3, fase ke 3 dlm sebuah project di tandai dengan telah terbitnya aspek perijinan dan legalitas sdh aman

Anda bisa perhatikan seluruh project sy di awal awal th pertama nyaris tanpa pergerakan di lokasi project, aktifitas marketing hanya sebatas hal standar normatif yg di lakukan dan bisa di pastikan Anda akan tdk menemukan baliho atau spanduk bertebaran. Bahkan di awal awal project ketika ada konsumen yg berminat mengambil unit kavling sy hanya menerima dgn skenario NUP krn sy taat azaz menghindari benturan UU konsumen

Dengan kondisi di atas resiko yg terjadi adalah cash in project sangat minim krn roda project nyaris hanya mengandalkan suntikan modal kerja, plus dgn pergerakan di lokasi yg lamban di butuhkan kerja keras para sales marketing kami utk meyakinkan ke konsumen membeli product hanya berbekal tools brosur saja

Termasuk dlm mengelola buget, sy adalah golongan praktisi yg taat buget yg hanya mau mengeluarkan dana di awal yg berpotensi menghasilkan arus cash in seperti buka SPK bangunan unit Sedangakan SPK pengerasan jalan lebih saya tunda di awal awal project.

Jangankan dlm distribusi buget, dlm menyusun anggaran di ACTION plan sy banyak memasukkan unsur unsur biaya tak terduga dan ini bersifat jaga jaga apabila ada biaya yg over, contoh sederhana dlm RAB unit dlm penyusunan RAB FLPP yg umum bisa di kerjakan di RAB 1.4 juta per meter tapi di kami RAB sy anggarkan 1.5 juta per meter (hello para developer & kontraktor hari ini besi naik 30% to?), contoh ke dua di utilitas item listrik sy Tau betul namanya trafo dan tiang listrik adalah murni investasi PLN jadi developer FREE dll item tersebut tapi dlm ACTION plan selalu sy cantumkan dgn nilai ratusan juta hal ini utk berjaga jaga apabila kebijakan Public berubah maka kami punya cadangan buget yg tdk akan menggerus laba

CATENACCIO banget ya!!

Tapi saya pastikan seluruh team project sy mulai dari marketing, divisi KPR dan divisi teknik sy berani mengatakan mereka tdk akan tidur nyenyak ketika sy sdh mulai melakukan serangan balik utk percepatan project. Krn team inti tersebut memiliki peran dan tugas masing masing yg ending nya menghasilkan out put target akad KPR yg jumlah unitnya sdh kami tentukan dlm meeting bulanan

Di mana saya mengambil peran dlm fase tersebut, posisi Playmaker adalah peran yg saya ambil selayaknya Andrea Piro Tau betul kapan mengumpan bola ke pemain sayap, sesekali mengumpan bola ke belakang dan saat yg tepat umpan cros sing bola silang ke striker

Ketika di setiap kesempatan sy posting konsumen kami melakukan akad KPR berarti itu sebuah pertanda team yg sy komandoi telah melakukan pembukuan beberapa goal goal project telah berhasil kami lewati dan kami menyebut fase project kami dlm fase ke empat yaitu fase tutup buku project, dan jika hari ini sy posting menikmati sebatang rokok di bawah tiang trafo di sebuah project kami jika Anda praktisi tentu paham betul fase yg saat ini terjadi di project kami

Memahami alur postingan sy diatas butuh waktu mencerna, apalagi jika Anda pemula dlm bisnis properti tentu ilmu terapan yg saya gunakan akan bertolak belakang dgn expetasi yg ingin segera melakukan penetrasi pasar dgn Jor joran atau ingin segera melakukan akselerasi di lapangan dgn tujuan ingin selfie jeprat jepret dan bisa di posting di medsos. Swear dulu dulu banget jgn kan penetrasi dan akselerasi melihat desain 3D saja sy pribadi ikut terpesona (aih jadi malu ike), dan agar Anda tdk semakin bingung membaca postingan sy

Ada satu pertanyaan sederhana yg ingin saya sampaikan, TEAM ITALIA dan TEAM BELANDA lebih banyak mana yg berhasil jadi JUARA DUNIA??

Copas dr Suhu Property Kang Dwi Priono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar