Selasa, 10 September 2019

Menolak Menyerah

Hingga tahun 2008 Tim BAR Honda adalah salah satu yang dianggap prospektif di ajang Formula One.

Meski performa di tahun 2008 tidak begitu mengesankan, namun Honda sudah membuat keputusan penting: Merekrut Ross Brawn, Team Principal ex Ferrari, mitra Michael Schumacher di masa jayanya.

Diperkuat Jenson Button dan Rubens Barrichelo sebagai drivers, masa depan Honda di tahun 2009 terlihat cerah.

Hingga tiba2 di penghujung 2008 Honda memutuskan keluar dari balapan F1.

Kata eksekutif Honda “We would love to be able to continue in Formula One but we're simply not able to in the current financial climate," Sudah begitu saja. Wassalam.

Tanpa ada investor baru yang sanggup siapkan ongkos USD 300 juta per tahun, Tim yang dibangun susah payah ini akan bubar.

Menemukan sponsor baru saat balapan akan dimulai tinggal sekitar 3 bulan lagi? Sepertinya mustahil …

Kontrak2 sponsorhip sudah ditutup bulan-bulan sebelumnya. Belum lagi kinerja Tim belum proven. Wajar jika semua pihak geleng-kepala. Sementara batas-waktu untuk memastikan keikutsertaan di musim 2009 semakin dekat.

Apakah tekanan berat ini menghancurkan Tim? Membuat Tim menyerah?

Tentu tidak. Ross Brawn mengambil inisiatif. Bersama Tim Manajemen, Brawn mengambil-alih. Melakukan Management Buy Out kalau istilah di korporasi.

Nama Tim? Ya sudah simple aja, pakai nama Ross Brawn : Brawn GP.

Sponsor? Gak ada … Saat diluncurkan mobil F1 Brawn GP tampil polosan aja pake warna putih (warna Honda)  tanpa logo2 sponsor.

Semua pihak di dalam Tim sepakat untuk berkorban. Bahkan Jenson Button, pembalap utama rela dipotong gaji nya, dan harus membayar sendiri penerbangan komersial yang harus dia lakukan dari satu balapan ke balapan berikutnya.

Rubens Barrichelo yang terlanjur kaya saat di Ferrari konon sampai gak enak dan menawarkan pesawat Jet Pribadi nya saking kasian sama team-mate nya. Yang ditolak oleh Button.

Dan tahun 2009 Tim Brawn GP seperti “kesetanan”. Dengan satu misi : Menang.

Kemenangan demi kemenangan pun diraih.

Di penghujung musim : Jenson Button Juara Dunia, Brawn  GP Juara Konstruktor. Mission Accomplished.

Banyak dari kita yang menyalahkan “tekanan dari luar” sebagai penyebab kehancuran sebuah Tim.

Brawn membuktikan, bahwa dengan sikap, kemampuan dan tindakan tepat, tekanan justru membuat mereka kuat dan tak terkalahkan.

By Muhammad Azhar
18.50 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar